Call : 021 6129329-31

Buka Senin-Sabtu Pukul 09.00-19.00 WIB dan Minggu Pukul 10.00-18.00 WIB

Follow Us:

Dirgahayu TNI

Plaza Harco Mangga Dua > Semua  > Event  > Dirgahayu TNI

Dirgahayu TNI

Selamat HUT TNI ke-77

Dikutip dari laman Kompas.com, 5 Oktober 2018, sebelum adanya TNI, Indonesia mempunyai Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR dibentuk usai Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, tepatnya pada 23 Agustus 1945. Saat itu, BKR bukan badan tentara atau institusi militer resmi Indonesia.  BKR dibentuk untuk menjaga keamanan daerah dan membantu korban seusai perang kemerdekaan.

BKR berada di bawah Komite Nasional Indonesia (KNI) yang ada di setiap daerah. Selanjutnya muncul inisiatif untuk membentuk wadah militer dalam bentuk tentara nasional guna meningkatkan fungsi BKR. Saat itu, dikutip dari Buku TNI-AD Dahulu, Sekarang dan Masa Depan (2000) karya Saurip Kadi, keberadaan militer diperlukan untuk mempertahankan eksistensi bangsa dan negara terutama di masa-masa kemerdekaan. Hal ini pertimbangannya karena berbagai masalah datang dengan kondisi negara yang belum stabil. Selanjutnya, mantan anggota Pembela Tanah Air (PETA), Heiho, dan KNIL yang dulu bergabung di BKR sepakat untuk memperdalam tugas dan fungsi BKR menjadi organisasi ketentaraan. Baca juga: Dianggap Cemarkan TNI, Siapa Effendi Simbolon? Pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Lihat Foto Defile pasukan saat peringatan HUT ke-72 Tentara Nasional Indonesia di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017).

Peringatan HUT TNI ini dimeriahkan latihan gabungan dengan menggunakan alutsista andalan dari masing-masing matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.(KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO (KRISTIANTO PURNOMO)) Awalnya hal tersebut kurang mendapat persetujuan dari beberapa pihak, termasuk Presiden Soekarno yang lebih menitikberatkan pada segi diplomasi dibandingkan peperangan. Namun karena situasi yang mendesak dengan adanya kedatangan tentara sekutu ke Indonesia, maka kemudian dibentuklah Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pembentukan TKR dilakukan pada 5 Oktober 1945 dan menjadi Angkatan perang pertama yang dibentuk Pemerintah Indonesia. Saat itu, Mohammad Hatta menunjuk Mayor Oerip Soemohardjo yang merupakan mantan Perwira KNIL untuk menjadi Kepala Staf TKR. Selain itu, mantan anggota PETA, KNIL dan HEIHO juga ikut bergabung dalam TKR. kemudian membuat Markas Besar Umum sebagai markas tertinggi TKR di Yogyakarta. Adapun BKR Laut mengubah dirinya menjadi TKR Laut, dan beberapa bulan kemudian TKR Jawatan Penerbangan juga dibentuk untuk melengkapi sektor udara. Saat itu, TKR kemudian juga membuka seruan untuk mengajak para pemuda baik yang pernah ikut militer maupun belum untuk mendaftarkan diri sebagai anggota TKR. Kedatangan dan ancaman Sekutu yang datang ke Indonesia menjadi langkah penting bagi TKR saat itu untuk menyelamatkan kedaulatan Indonesia.

Pada 7 Januari 1946, pemerintah mengubah Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat untuk memperluas fungsinya dalam hal pertahanan kemerdekaan dan keamanan rakyat Indonesia. Kemudian nama tersebut berubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 1946 untuk menunjang standar organisasi militer internasional. Dari TRI, kemudian berubah nama lagi menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertujuan menyatukan barisan bersenjata lain di samping TRI ke dalam wadah militter nasional. Masih dari Kompas.com, 3 Juni 2022, pada 1962, angkatan perang dan intitusi kepolisian disatukan menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Penyatuan komando saat itu bertujuan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan peranan masing-masing. Selain itu, diharapkan agar tidak mudah terpengaruh oleh adanya kepentingan politik tertentu. Namun pada masa reformasi, tepatnya pada 1 April 1999, TNI dan Polri secara resmi berpisah menjadi institusi sendiri-sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara juga kembali menjadi TNI. Tugas pokok TNI saat ini adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari berbagai ancaman.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “HUT Ke-77 TNI
Penulis : Nur Rohmi Aida
Editor : Sari Hardiyanto

Pada tangagal 5 oktober 2022,

Jakarta, Oktober 2022

 

Management,

Harco Mangga Dua Plaza

 

 

 

 

adminharco
No Comments

Post a Comment

Comment
Name
Email
Website
Are you human? Please solve:Captcha


wpChatIcon
wpChatIcon